Cute Blue Pencil

perilaku organisasi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Awalnya bapak Zainal dan ibu Maria hanyalah guru ngaji. Kemudian mereka mulai merintis usaha berdagang udang pada tahun 1995. Mereka berinisiatif untuk berdagang udang karena melihat keadaan di desanya, yang kebanyakan pekejaan orang-orang didesanya mayoritas nelayan . Mereka beranggapan bahwa dengan usaha itu mereka dapat mencukupi kebutuhan keluarga dan dapat membiayai sekolah anak-anaknya.
Setiap harinya sehabis sholat dzuhur mereka pergi ke pasar ikan , karena ini adalah pengalaman barunya untuk berdagang butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan banyak nelayan dan cara berdagang udang juga sangat menguras tenaga setelah mereka membeli udang dari para nelayan mereka harus memilah-milah antara udang yang windu 1 kg : 150.000, white 1 kg : 80.000, kasap 1 kg : 40.000, banana 1 kg : 20.000( udang putih kecil-kecil), dan krosok 1 kg : 10.000, setelah memilah-milah udang tersebut baru mereka menjual udang tersebut ke supplyer. Dalam waktu 2 bulan pertama usaha mereka mulai terkenal dengan 20 nelayan. Kemudian 2 bulan selanjutnya pelanggan mereka bertambah lagi menjadi 45 nelayan, sehingga mereka mereka mempekerjakan 2 karyawan. Karena kejujuran mereka itulah yang membuat usaha dagang mereka berkembang dan menghasilkan banyak rezeki, seperti yang di katakan Musnad Aĥmad, “Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya di dunia ini perdagangan merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.
Walaupun berdagang dengan jujur sangat sulit, tapi percaya atau tidak, hal itulah yang membuat mereka tenang dalam berdagang juga tidur dimalam hari. Dan, percaya atau tidak, begitu banyak manusia yang tidak menyadari bahwa hidup yang dijalaninya adalah berdagang. Berdagang dengan kehidupan demi menggapai syurga Allah. 
1.2  Rumusan Masalah
·         Berapa banyak karyawan yang bekerja pada Bapak Zainal dan Ibu Maria?
·         Bagaimana cara Bapak Zainal dan Ibu Maria mengelola usahanya?
·         Bagaimana tips sukses Bapak Zainal dan Ibu Maria dalam menjalankan usahanya?

BAB II
LANDASAN TEORI
Perdagangan pada umumnya adalah pekerjaan membeli barang dari suatu tempat atau pada suatu waktu dan menjual barang itu di tempat lain atau pada waktu yang berikut dengan maksud memperoleh keuntungan.
Pada zaman yang modern ini perdagangan adalah pemberian perantaraan antara produsen dan konsumen untuk membelikan dan menjualkan barang-barang yang memudahkan dan memajukan pembelian dan penjualan.
Menurut Prof. Sukardono, sesuai Ps 6 ayat 1 KUHD tentang keharusan pembukuan yang dibebankan kepada setiap pengusaha yakni keharusan mngadakan catatan mengenai keadaan kekayaan pengusaha, baik kekayaan perusahaannya maupun kekayaan pribadinya.
Menurut Prof. Subekti SH, adanya KUHD disamping KUHS sekrang ini tidak pada tempatnya, karena KUHD tidak lain adalah KUHPerdata. Dan perkataan “dagang” bukan suatu pengertian hukum melainkan suatu pengertian perekonomian.
Menurut Mr. M. Polak dan Mr. W.L.P.A Molengraaff, bahwa : Kekayaan dari usaha perniagaan ini tidak terpisah dari kekayaan prive perusahaan. Dengan demikian sistem perdagangan yang berlaku pada umumnya tidak mempertahankan memisah-misahkan kekayaan perusahaan dari kekayaan prive perusahaan, berhubung dengan pertanggungan jawab pihak pengusaha terhadap pihak-pihak ketiga. (para kreditor).
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.

BAB III
ANALISIS YANG ISLAMI
3.1 Temuan Data
Setelah hampir 1 tahun usaha dagang mereka berkembang dengan pesat dan mereka membuka usaha di gudang dekat rumahnya sendiri, karena usahanya sudah sangat terkenal mereka mencoba untuk membuat petis dari sisa-sisa kepala udang tersebut cara pembuatannya juga tidak terlalu sulit, pertama semua sisa-sisa kepala udang tersebut di giling halus kemudian di peras lalu di saring setelah itu airnya di tuang ke panci besar dan di aduk sampai mendidih dan mengental setelah mengental biarkan sampai dingin baru petis tadi di kemas dalam wadah. Dan alhamdulillah banyak yang menyukai petis mereka karena asli tanpa bahan campuran apapun setiap 1 kemasan petis seharga 5.000 rupiah sedangkan mereka tiap harinya memproduksi petis tersebut sekitar 300 kemasan petis. Dengan jumlah 15 karyawan ( 10 karyawan di pekerjakan di gudang dan 5 karyawan di pembuatan petis).
Dari tahun ke tahun usaha bapak Zainal dan ibu Maria semakin berkembang dan terkenal sampai luar-luar desa sehingga mereka membeli 2 mobil karena mereka mulai menyetor di luar daerah dan juga di mintai oleh pabrik-pabrik untuk menyetor udang tersebut sehingga mereka menambah lagi 9 karyawan, 3 karyawan untuk menambah di gudang dan 6 karyawan bertugas untuk mengantarkan udang tersebut.
3.2 Analisis
Setiap 1 tahun Bapak Zainal dan Ibu Maria mendapatkan keuntungan sangat banyak sehingga mereka tidak lupa menyisihkan sebagian hasil keuntungannya, setiap tahunnya mereka mengeluarkan zakat dan juga berqurban sapi dan kambing. Seperti yang di katakan mayoritas ulama, wajib mengeluarkan zakat barang-barang perdagangan. Mereka melandasi pendapatnya dengan dalil-dalil dari al-Qur’an, dan Hadist sebagai berikut:
  1. Dalil dari al-Qur’an; firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ
 “Hai orang-orang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu.” (QS. Al-Baqarah: 267)
  1. Hadits Qais bin Abu Gharzah t, ia berkata: Rasulullah r keluar menemui kami, ketika kami menjual budak yang kami namakan as-Samasirah, maka beliau berkata:
يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ ْبَيْعَكم يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلِفُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ
Wahai para pedagang, sesungguhnya penjualan kalian ini tercampur oleh perkara sia-sia dan sumpah, maka tutupilah dengan sedekah (zakat) atau dengan sesuatu dari sedekah.
Setelah hampir 4 tahun mereka berencana untuk berangkat haji karena menunaikan ibadah haji merupakan salah satu dari 5 rukun islam, dan tidak sempurna islamnya seseorang yang telah mampu untuk menunaikan ibadah haji sampai ia berhaji. Ditetapkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامُ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ، وَحِجُّ الْبَيْتِ اللهِ الْحَرَامِ
Dari Ibnu Umar sesungguhnya Nabi SAW bersabda, Islam dibangun atas 5 perkara (yaitu) :
1. Bersaksi bahwa tiada tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah, dan sesungguhnya Muhamad adalah utusan Allah
2. Mendirikan shalat
3. Membayar zakat 
4. Berpuasa di bulan Ramadhan 
5. dan, Berhaji ke Baitullah al-Haram. (HR. Bukhari dan Muslim)
Adalah WAJIB hukumnya bagi yang telah mampu untuk bersegera melaksanakan ibadah haji, sesuai dengan firman Allah :
وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً
 Artinya : mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah (Surat Ali Imran/ 3 : 97).
  
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Bapak Zainal dan ibu Maria hanyalah guru ngaji. Kemudian mereka mulai merintis usaha berdagang udang pada tahun 1995. Mereka berinisiatif untuk berdagang udang karena melihat keadaan di desanya, yang kebanyakan pekejaan orang-orang didesanya mayoritas nelayan .
Setiap harinya sehabis sholat dzuhur mereka pergi ke pasar ikan , karena ini adalah pengalaman barunya untuk berdagang butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan banyak nelayan dan cara berdagang udang juga sangat menguras tenaga setelah mereka membeli udang dari para nelayan mereka harus memilah-milah antara udang yang windu 1 kg : 150.000, white 1 kg : 80.000, kasap 1 kg : 40.000, banana 1 kg : 20.000( udang putih kecil-kecil), dan krosok 1 kg : 10.000, setelah memilah-milah udang tersebut baru mereka menjual udang tersebut ke supplyer. Dan sampai sekarang usaha berdagang udang tersebut semakin berkembang .
4.2 Saran
Sebaiknya kita mencontoh bapak Zainl dan ibu Maria mereka jujur dalam berdagang dan juga tidak melupakan kewajibannya untuk beribadah ke tanah suci ( baitullah ) dan mereka juga selalu bersedekah dan zakat.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Siti Soetami, SH., Pengantar Tatat Hukum Indonesia, Refika Aditama, Bandung, 2001.
2.      Kansil, SH., Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1989.
3.      Krass, Peter (ed), The Book of Business Wisdom, John Wiley & Sons, New York, 1998.

Manajemen Operasional



A.     CASE BACKGROUND

Dunia usaha, baik produksi maupun jasa selalu dihadapkan dengan persaingan. Untuk mengatasi persaingan, perusahaan menempuh berbagai cara dan strategi untuk menyampaikan hasil produksinya dengan cepat, tepat, cermat, hemat dan memuaskan ke tangan konsumen. Strategi pemasaran juga disesuaikan dengan kemampuan dana perusahaan melalui bauran pemasaran yaitu faktor produk, harga, distribusi dan promosi. Kegiatan pemasaran harus dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan memperoleh keuntungan yaitu dengan mengadakan kegiatan promosi yang terarah, terncana dan terpadu. Kegiatan promosi harus sejalan dengan rencana pemasaran yang diarahkan dan dikendalikan untuk mengembangkan laju perusahaan.

Kebutuhan-kebutuhan yang muncul, seperti kebutuhan konsumsi yang semakin tinggi dikarenakan keterbatasan waktu untuk keluarga tersebut tetap dapat dipenuhi karena pada saat ini bisa dipenuhi dengan cara instan. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi gaya atau cara konsumsi dari suatu keluarga khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Pergeseran pola konsumsi masyarakat ini ternyata berdampak positif terhadap industri makanan instan,seperti halnya PT.Indofood Sukses Makmur yang bergerak di bidang usaha industri pengolahan makanan yang hampir seluruh produknya menguasai pasar di Indonesia,Indofood telah berubah menjadi Pangan Solusi. Indofood  terkenal sebagai perusahaan mapan dan pemain utama dalam setiap kategori bisnis yang beroperasi. Dalam kegiatan usahanya, Indofood memanfaatkan model bisnis yang tangguh.

Saat ini,perkembangan produk-produk dari Indofood mengalami suatu peningkatan yang cukup pesat. Secara kuantitas,produk Indofood dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan tren yang positif.

PT. Indofood Sukses Makmur menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus diperhatikan oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah.

Keunggulan dari PT.Indofood hingga ia bisa berkembang pesat yang pertama yaitu memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap jajaran. Kedua, Perencanaan yang baik dan kerja sama yang erat dengan para pemasok, konsumen, dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-tempat penjualan.  Ketiga, PT.Indofood sukses makmur tbk sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat terlayani. Keempat, Produk-produk Indofood terus berkembang(inovasi-inovasi baru misalnya dalam mi instant terus dikembangkan berbagai macam rasa agar konsumen tidak mengalami kejenuhan. Dan  kelima, Harga dari produknya juga cukup terjangkau.


B.     OVERVIEW/PUSTAKA


I.DISTRIBUSI
Indofood’s Distribusi Group memiliki jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia, menembus ke hampir setiap sudut nusantara. Selain produk-produk Indofood sendiri, indoffood juga mendistribusikan produk-produk ke pihak ketiga. Jumlah poin saham telah diperluas secara agresif sejak tahun 2005, memberikan penetrasi yang lebih luas dan lebih dalam efisien melalui rantai pasokan dan pengiriman. Stock poin berlokasi di daerah-daerah dengan kepadatan tinggi gerai ritel, termasuk pasar tradisional, memungkinkan masing-masing titik saham untuk melayani wilayah geografis dekat ditetapkan dalam waktu sesingkat mungkin.


II. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Indofood Corporate Social Responsibility (CSR) program andalan dari komitmen untuk membantu anggota masyarakat yang lebih luas dan untuk membuat kontribusi yang optimal kepada masyarakat. Selama tahun 2007 Indofood secara keseluruhan program dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan lima pilar dasar jangka panjang kami CSR filosofi:
• Membangun Human Capital
• Mempertahankan Kohesi Sosial
• Memperkuat Nilai Ekonomi
• Mendorong Good Governance
• Melindungi Lingkungan

study kelayaan bisnis kue lapis legit tikar

KUE LAPIS LEGIT TIKAR

      A.    LATAR BELAKANG
Sekarang siapa yang tak kenal dengan kue lapis. Salah satunya adalah lapis legit. Konsep dari kue ini sama seperti kue-kue lapis pada umumnya, yang membedakannya adalah bentuk dengan motif yang beragam-ragam dan yang pasti bukan lapis gulung atau lapis bolu melainkan lapis legit.
Cara pembuatan kue ini perlu banyak latihan untuk membuat lapis tikar ini, karena ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Untuk merekat tiap potongan tikar harus benar-benar rapat dan rapi tiap barisnya untuk menghasilkan tikar yang bagus setelah di potong.
Di Surabaya sudah banyak pabrik yang membuat kue ini. Walaupun tak seperti pabrik-pabrik yang besar seperti yang Anda bayangkan, melainkan para ibu rumah tangga yang memulai usaha kecil-kecilan untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri. Hasilnya sangat memuaskan. Laba yang di peroleh sangatlah besar karena cita rasa yang sangat enak. Oleh karena itu saya melihat adanya peluang untuk membuat suatu makanan ringan yang bercita rasa manis dan saya rasa belum pernah saya ditemui di Desa Sidokumpul, tetapi tidak jauh dari citarasa Desa Sidokumpul. Makanan ringan tersebut tidak lain adalah Kue Lapis Legit Tikar. 
B. ASPEK PEMASARAN
Aspek pemasaran disini meliputi :Product ( Produk ), Price ( Harga ), Place ( Lokasi ), Promotion ( Promosi ).
   Ø  Product ( Produk )
Kue Lapis Legit Tikar berbentuk seperti tikar atau domino dengan cita rasa yang sangat enak dan teksturnya lembut.
   Ø  Price ( Harga )
Satu porsi Kue Lapis Legit Tikar dijual dengan harga Rp 3000,00.
   Ø  Place ( Lokasi )
Dekat Masjid Al-Qahhar samping SMA Matlabul Huda. Stand dibuka kurang lebih pukul 16.00 s/d 22.00 WIB.
   Ø  Promotion ( Promosi )
Melalui media online berupa jejaring sosial Facebook dan Blog. Menyebarkan brosur 1000 lembar dan memasang 1 banner dalam setahunnya. Pada seminggu penjualan perdana juga membagikan 50 Kue Lapis Legit Tikar ukuran kecil di sekitar perempatan Sidokumpul dan di SMA Matlabul Huda.
Berikut ini disajikan analisis SWOT mengenai Kue Lapis Legit Tikar.
Strength ( Keunggulan )
·   Bentuknya sangat unik.
·   Memiliki citarasa enak dan lembut yang cenderung cocok dengan lidah masyarakat Lamongan.
·   Lokasi Strategis.
·   Harga murah sesuai dengan kantong pelajar maupun masyarakat.
Weakness ( Kelemahan )
·   Kue lapis legit cepat basi jika disimpan lebih dari 2 hari.
Opportunity ( Peluang )
·   Belum banyak ditemui stand makanan ringan yang khusus menjual Kue Lapis Legit Tikar di Desa Sidokumpul – Lamongan.
Threat ( Ancaman )
·   Ketatnya persaingan bisnis makanan ringan di Lamongan.

      C.    ASPEK TEKNIS DAN PRODUKSI
Bahan-bahan untuk 200 porsi Kue Lapis Legit Tikar
No.
Bahan
Jumlah
1.
Mentega
2 Kg
2.
Margarin
1 Kg
3.
Susu kental manis
20 Sdm
4.
Kuning telur
   3,5 Kg
5.
Gula bubuk
2 Kg
6.
Vanili bubuk
5 Sdt
7.
Top Flour
       325 Gr
8.
Susu bubuk
         75 Gr
9.
Coklat bubuk
5 Sdm
10.
Pasta coklat
   2,5 Sdm
11.
Bumbu Spekuk
5 Sdm

Cara Membuat Kue Lapis Legit Tikar:
1. Kocok Bahan I sampai lembut & putih. Sisihkan.
2. Ayak Bahan III jadi satu, sisihkan.
3. Kocok Bahan II sampai naik & kental. Masukkan bahan I, kocok rata. Masukkan bahan
III,  aduk rata dengan spatula.
4. Siapkan 2 buah loyang kotak 20 cm x 20 cm. Olesi dengan margarin dan  kertas roti.
5. Panaskan oven dengan suhu 170'C.
6. Ambil 3 scoop sendok sayur sebanyak 3 kali ( 9 scoop) lalu masukkan bahan IV, aduk rata.
7. Sisanya masukkan bahan V, aduk rata.
8. Buat lapisan tikar terlebih dulu dengan tiap lapisan putih maupun coklat masing 2-3 sendok sayur. Setelah selesai, dinginkan, lalu potong2 selebar 1 cm.
9. Setelah lapisan tikar selesai, segera buat lapisan bawah dengan tiap lapisan 2 scoop sendok sayur, buat sekitar 5- 6 lapisan.
10. Rekatkan tiap potongan tikar dengan olesan susu kental manis, susun bersilang hingga terbentuk tikar lalu rapikan dan rapatkan diatas lapisan bawah yang sudah matang. Setelah selesai menyusun lapisan tikar segera  buat lapis atasnya hingga selesai.

      D.    ASPEK MANAJEMEN/SDM
Jumlah pegawai sebanyak empat orang. Dalam hal ini tidak semua pegawai dipekerjakan, akan tetapi dengan deskripsi kerja yaitu 3 shift dan 1 libur ( tiga orang bertugas untuk belanja, memasak, melayani pembeli, mengurusi keuangan dan promosi sedangkan  yang satu orang libur ).
Spesifikasi kerja untuk para pegawai yang diperlukan dalam pembuatan Kue Lapis Legit Tikar memerlukan keahlian khusus, cekatan dalam memasak karena proses pembuatannya tidak mudah, setiap potongan tikar harus benar2 rapat dan rapi tiap barisnya untuk menghasilkan tikar yang bagus setelah di potong. Dan dalam hal mempromosikan mereka harus teliti dan cermat terhadap angka, mempunyai banyak relasi atau berani mempromosikan produk baru dan juga ramah pada pembeli.
Pada Hari Raya Islam para pegawai di liburkan, sehingga total hari efektif kerja adalah 360 hari dalam setahun. Adapun untuk pegawai yang sakit, gaji tidak dipotong selama sakitnya itu benar adanya (tidak mengada-ada).
      E.      ASPEK KEUANGAN
Investasi Aset
Frekuensi
Harga Satuan
Jumlah
Residu setelah  3th
Sewa tempat dan listrik
3 Tahun
 Rp 1,500,000.00
 Rp  4,500,000.00
 Rp           -  
Rombong
1
 Rp 3,500,000.00
 Rp  3,500,000.00
 Rp      875,000.00
Oven
1
 Rp 1,000,000.00
 Rp  1,000,000.00
 Rp      250,000.00
Loyang 20x20
2
 Rp    250,000.00
 Rp     500,000.00
 Rp      125,000.00
Mixer
1
 Rp    400,000.00
 Rp     400,000.00
 Rp      100,000.00
Piring adonan
2
 Rp      30,000.00
 Rp       60,000.00
 Rp        15,000.00
Spatula
2
 Rp      15,000.00
 Rp       30,000.00
 Rp          7,500.00
Garpu
2 Lusin
 Rp      25,000.00
 Rp       50,000.00
 Rp        12,500.00
Sendok
2 Lusin
 Rp      25,000.00
 Rp       50,000.00
 Rp        12,500.00
Piring Plastik
2 Lusin
 Rp      50,000.00
 Rp     100,000.00
 Rp        25,000.00
Pisau
2
 Rp      10,000.00
 Rp       20,000.00
 Rp          5,000.00
Meja plastik
5
 Rp      50,000.00
 Rp     250,000.00
 Rp        62,500.00
Kursi plastik
10
 Rp      30,000.00
 Rp     300,000.00
 Rp        75,000.00
Ayak
2
 Rp      10,000.00
 Rp       20,000.00
 Rp           5,000.00
Ember cuci piring
2
 Rp      15,000.00
 Rp       30,000.00
 Rp          7,500.00
Bohlam lampu
2
 Rp      25,000.00
 Rp       50,000.00
 Rp        12,500.00
Perizinan
1
 Rp 3,000,000.00
 Rp  3,000,000.00
 Rp          _
Promosi
1
 Rp 3,000,000.00
 Rp  3,000,000.00
 Rp          _
Galon
1
 Rp      40,000.00
 Rp       40,000.00
 Rp        10,000.00
TOTAL
Rp16,900,000.00
 Rp   1,600,000.00

·         SUMBER MODAL
SUMBER MODAL
JUMLAH
BOBOT
COC
WACC
MODAL SENDIRI
Rp               8,000,000.00
40%
20%
8%
HUTANG BANK
Rp             12,000,000.00
60%
25%
15%

Rp             20,000,000.00
100%

23%

·         DEPRESIASI
Dep = Aktiva tetap yang didpresiasikan - residu : Umur Ekonomis Proyek
Dep = Rp 16,900,000.00 - Rp 1,600,000.00 : 3
Dep = Rp 5,100,000.00
Depresiasi selama umur ekonomis tiga tahun adalah Rp 5,100,000.00
·         Biaya Tetap

Frekuensi
Harga
Jumlah
x 12 bulan
Gaji pegawai per bulan:




-          Pegawai
4
 Rp  800,000.00
 Rp    3,200,000.00
 Rp  38,400,000.00
Promosi:




-          Internet
Unlimited Wifi
-
-
-
-          Brosur
1 rim
 Rp    50,000.00
 Rp      50,000.00
 Rp       50,000.00
-          Banner 5x1 m
1
 Rp    60,000.00
 Rp      60,000.00
 Rp       60,000.00
Total
Rp 38,510,000.00

·         Biaya Variabel
Dalam 1 hari jika diproduksi Kue Lapis Legit Tikar 200 porsi
No.
Bahan
Jumlah
Harga
1.
Mentega
2 Kg
Rp   16,000.00
2.
Margarin
1 Kg
Rp   42,500.00
3.
Susu kental manis
20 Sdm
Rp     7,000.00
4.
Kuning telur
  3,5 Kg
Rp   56,000.00
5.
Gula bubuk
2 Kg
Rp   22,000.00
6.
Vanili bubuk
5 Sdt
Rp     1,500.00
7.
Top Flour
325 Gr
Rp   24,000.00
8.
Susu bubuk
75 Gr
Rp   10,000.00
9.
Coklat bubuk
5 Sdm
Rp     5,000.00
10.
Pasta coklat
2,5 Sdm
Rp     2,500.00
11.
Bumbu Spekuk
5 Sdm
Rp     3,500.00
Total
Rp 190,000.00

Jika 1 tahun adalah 365 hari, libur kerja setiap 5 hari raya, maka hari kerja efektif adalah 360 hari. Rincian biaya variabel dalam 360 hari adalah sebagai berikut:
No.
Bahan
Jumlah
Harga
1.
Mentega
2 Kg
Rp   5,760,000.00
2.
Margarin
1 Kg
Rp  15,300,000.00
3.
Susu kental manis
20 Sdm
Rp    2,520,000.00
4.
Kuning telur
  3,5 Kg
Rp  20,160,000.00
5.
Gula bubuk
2 Kg
Rp   7,920,000.00
6.
Vanili bubuk
5 Sdt
Rp      540,000.00
7.
Top Flour
325 Gr
Rp   8,640,000.00
8.
Susu bubuk
75 Gr
Rp   3,600,000.00
9.
Coklat bubuk
5 Sdm
Rp    1,800,000.00
10.
Pasta coklat
2,5 Sdm
Rp      900,000.00
11.
Bumbu Spekuk
5 Sdm
Rp    1,260,000.00
Total
Rp 68,400,000.00

·         Biaya operasional lain per minggu
No.
Bahan
Harga
Dalam 360 Hari
1
Air Galon isi ulang
Rp   6,000.00
Rp   2,160,000.00
2
Kantong Kresek
Rp 10,000.00
Rp   3,600,000.00
3
Kemasan Kertas
Rp 50,000.00
Rp 18,000,000.00
4
Cairan pencuci piring
Rp 10,000.00
Rp   3,600,000.00
5
Tissue
Rp   4,000.00
Rp   1,440,000.00
Total
Rp 28,800,000.00

Jadi, total biaya variabel adalah Rp 97,200,000.00
·         Pendapatan
Tahun
Porsi yang terjual
Harga
Asumsi Total Penjualan
1
200 x 360 hari
 Rp 3,000.00
 Rp    216,000,000.00
2
200 x 360 hari
 Rp 3,000.00
 Rp    216,000,000.00
3
200 x 360 hari
 Rp 3,000.00
 Rp    216,000,000.00

·         Total Biaya per Tahun
Keterangan
Jumlah
Biaya Tetap
 Rp        38,510,000.00
Biaya Variabel
 Rp        97,200,000.00
Total Biaya
 Rp      135,710,000.00

·         Pendapatan sebelum pajak (EBIT)
Keterangan
Jumlah
Total Pendapatan
 Rp      216,000,000.00
Total Biaya
 Rp      135,710,000.00
Depresiasi
 Rp          5,100,000.00
EBIT
 Rp       75,190,000.00

·         Pendapatan setelah pajak (EAT)
Keterangan
Jumlah
EBIT
 Rp        75,190,000.00
Pajak progresif 15%
Rp          5,000,000.00
 Rp        3,778,500.00
EAT
 Rp       66,411,500.00
·           Cash Flow
Keterangan
Jumlah
EAT
 Rp    66,411,500.00
Depresiasi
 Rp      5,100,000.00
Cash Flow
 Rp    71,511,500.00
Residu
 Rp      1,600,000.00
Terminal Cash Flow
 Rp    73,111,500.00

Tahun
Cash Flow
0
 Rp  (20,000,000.00)
1
 Rp    71,511,500.00
2
 Rp    71,511,500.00
3
 Rp    73,111,500.00

Analisis Keuangan
·         Net Present Value
Tahun
Cash Flow
P/F, 23%
NPV
0
 Rp    (20,000,000.00)
1.0000
 Rp    (20,000,000.00)
1
 Rp    71,511,500.00
0.8130
 Rp     58,138,849.50
2
 Rp    71,511,500.00
0.6610
 Rp     47,269,101.50
3
 Rp    73,111,500.00
0.5374
 Rp     39,290,120.10


NPV
 Rp   124,698,071.10

Karena nilai NPV≥0, maka usaha ini layak untuk dijalankan.

·         Payback Period
PP = Investasi Awal : Cash Flow
PP = Rp 20,000,000.00 : Rp  71,511,500.00
PP = 0,28
Jadi, jangka waktu pengembalian modal adalah 0,28 tahun (3 bulan 11 hari).

KESIMPULAN
Setelah dilakukan analisis SWOT pada aspek pemasaran, dapat disimpulkan bahwa usaha Kue Lapis Legit Tikar ini masih memiliki peluang yang lumayan besar dalam pasar karena pesaing usaha sejenis masih jarang ditemukan di Desa Sidokumpul. Sementara itu, setelah dilakukan analisis keuangan dengan NPV (Net Present Value) usaha ini layak dijalankan karena NPV≥0. Jangka waktu pengembalian modal usaha ini juga relatif cepat yaitu 0,28 tahun (3 bulan 11 hari).